TALAM DUA MUKA

Sebelum kedatangan Rasulullah s.a.w ke Madinah, kaum Aus dan Khazraj yang berperang sekalian lama sesama sendiri telah bersetuju untuk melantik Abdullah bin Ubay sebagai pemimpin mereka, sebagai raja Yathrib.

Abdullah bin Ubay pada waktu itu adalah ahli politik yang berjaya dan disegani oleh orang Yathrib.Dia disokong pula tokoh-tokoh “korporat” waktu itu yang terdiri daripada orang orang Yahudi.

Ekonomi Yathrib pada waktu itu dipegang oleh orang Yahudi.

Namun segalanya berubah apabila Rasulullah s.a.w
dilantik sebagai Ketua Madinah.

Namun Abdullah bin Ubay dan para Yahudi tidak berputus asa dalam mengejar cita cita politik mereka.

Maka mereka mula bermuka manis dihadapan para Muslimin dan kemudiannya menjadi masam di belakang para Muslimin.

Abdullah bin Ubay sendiri pada awalnya rajin ke Masjid dan rajin mengampu Rasulullah s.a.w.

Demi kuasa, dia sanggup merendahkan dirinya konon konon dia alim, dia baik, dia soleh.

Sejak zaman itu agama sudah digunakan untuk tujuan mendapatkan kepentingan dunia.

Mereka ingat mereka membodohkan para Muslimin tetapi Allah swt menyelar mereka dan mengatakan hakikatnya mereka yang bodoh.

Mereka mengorbankan akhirat mereka untuk mendapatkan dunia .

Holy Quran 2:8

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ

Dan di antara manusia ada yang berkata: “Kami telah beriman kepada Allah dan kepada hari akhirat”; padahal mereka sebenarnya tidak beriman.

Holy Quran 2:9

يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Mereka hendak memperdayakan Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya memperdaya dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyedarinya.

Holy Quran 2:11

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat bencana dan kerosakan di muka bumi”, mereka menjawab: ” Sesungguhnya kami orang-orang yang hanya membuat kebaikan”.

Holy Quran 2:13

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُوا۟ كَمَآ ءَامَنَ ٱلنَّاسُ قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ كَمَآ ءَامَنَ ٱلسُّفَهَآءُ ۗ أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلسُّفَهَآءُ وَلَٰكِن لَّا يَعْلَمُونَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang itu telah beriman”. Mereka menjawab: “Patutkah kami ini beriman sebagaimana berimannya orang-orang bodoh itu?” Ketahuilah! Sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak mengetahui (hakikat yang sebenarnya).

Holy Quran 2:14

وَإِذَا لَقُوا۟ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا۟ إِلَىٰ شَيَٰطِينِهِمْ قَالُوٓا۟ إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُونَ

Dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: ” Kami telah beriman “, dan manakala mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka berkata pula:” Sesungguhnya kami tetap bersama kamu, sebenarnya kami hanya memperolok-olok (akan orang-orang yang beriman)”.

Holy Quran 2:16

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشْتَرَوُا۟ ٱلضَّلَٰلَةَ بِٱلْهُدَىٰ فَمَا رَبِحَت تِّجَٰرَتُهُمْ وَمَا كَانُوا۟ مُهْتَدِينَ

Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan meninggalkan petunjuk; maka tiadalah beruntung perniagaan mereka dan tidak pula mereka beroleh petunjuk hidayah.

Tinggalkan komen